SKYGERS: Climbing in Indonesia - Recent News SKYGERS - Climbing in Indonesia

Berita SKYGERS..

Produk Sekolah Panjat Tebing

 

Sekolah Panjat Tebing Alam

1 Tebing Alam Dasar : Bertujuan memberikan pengetahuan panjat tebing alam yang baik, benar, dan aman dengan kemampuan panjat bebas minimal 5.8, hingga memiliki kemampuan panjat tebing alam A2 (Aid/Artificial Rock Climbing) dengan demikian memudahkan untuk pengembangan lebih lanjut

2. Tebing Alam Lanjutan : Bertujuan memberikan pengetahuan panjat tebing alam yang baik, benar, dan aman dengan kemampuan panjat bebas minimal 5.9, hingga memiliki kemampuan panjat tebing alam A4 (Aid/Artificial Rock Climbing) dengan demikian memudahkan untuk pengembangan lebih lanjut

3.Ekspedisi : Bertujuan memberikan pengetahuan panjat tebing alam yang baik, benar, dan aman dengan kemampuan panjat bebas minimal 5.10, serta kemampuan panjat tebing alam minimal A5 (Aid/Artificial Rock Climbing) sehingga mahir melakukan ekspedisi

 Khusus;

·  Penyelia : Bertujuan memberikan pengetahuan panjat tebing alam (pemahaman dari Tebing Alam Dasar sampai dengan Evakuasi Medan Terjal, namun diluar jenjang Sekolah Panjat Tebing Alam SKYGERS), sehingga dapat mengembangkan panjat tebing alam ke berbagai kalangan

·   Evakuasi Medan Terjal : Bertujuan memberikan pengetahuan teknik evakuasi medan terjal tebing alam yang baik, benar, dan aman, sehingga dapat menjadi evakuator medan terjal tebing alam yang handal

· Instruktur : Bertujuan memberikan pengetahuan sekolah panjat tebing alam, sehingga dapat mengembangkan panjat tebing alam secara profesional melalui program sekolah panjat tebing alam

 Sekolah Panjat Tebing Olah Raga

1.Teknik Gerak Dasar : Bertujuan memberikan pengetahuan teknik gerak dasar panjat bebas yang baik, benar, dan aman dengan kekuatan minimal 12x pull up, hingga memiliki kemampuan panjat bebas minimal 5.9, dengan demikian memudahkan untuk pengembangan lebih lanjut

2.Teknik Gerak Lanjutan : Bertujuan memberikan pengetahuan teknik gerak lanjut panjat bebas yang baik, benar, dan aman dengan kekuatan minimal 16x pull up, hingga memiliki kemampuan panjat bebas minimal 5.10, dengan demikian memudahkan untuk pengembangan lebih lanjut

Khusus;

·       Penyelia : Bertujuan memberikan pengetahuan panjat tebing bebas (pemahaman dari Teknik Gerak Dasar sampai dengan Teknik Gerak Lanjutan, namun diluar jenjang Sekolah Panjat Tebing Olah Raga SKYGERS), sehingga dapat mengembangkan panjat tebing bebas ke berbagai kalangan

·         Prestasi/Atlet : Bertujuan meningkatkan kekuatan minimal 20x pull up dengan kemampuan panjat bebas minimal 5.12, sehingga memudahkan untuk mengejar prestasi atau menjadi atlet

·         Pembuat Jalur : Bertujuan memberikan pengetahuan anatomi dan fisiologi tubuh, etika serta peraturan panjat tebing, sehingga dapat mengembangkan panjat bebas melalui pembuatan jalur di tebing alam dan tebing buatan

·         Pelatih/Instruktur : Bertujuan memberikan pengetahuan pelatihan panjat tebing bebas, sehingga dapat mengembangkan panjat tebing bebas melalui program Sekolah Panjat Tebing Olah Raga

 

16 February 2012|Tulis Komentar|Share
-o§o-

Denyut Napas Konservasi Tebing-tebing Citatah

Senin (16 Jan) lalu, Harian Umum Pikiran Rakyat memuat tulisan bertajuk Suatu Rencana Menggelisahkan Mereka yang merupakan bagian pertama dari seri tulisan terkait dengan konservasi Karst Citatah. Ya, Pikiran Rakyat menggambarkan kecemasan 40.000 jiwa masyarakat yang hidup dan mendiami kawasan tersebut, apa pasal yang mencemaskan itu? Industri penambangan batu alam yang telah berumur lama ternyata telah menjadikan seolah itulah satu-satunya gantungan harapan hidup ke-40.000 anggota masyarakat, karenanya mereka patut cemas seandainya kegiatan tambang sumber daya alam itu dihentikan yang katanya atas nama konservasi kawasan.

Kita sepertinya terjebak dengan stigma bahwa "jika tidak ada itu maka kita akan susah", padahal kita sebagai manusia dikarunia pikiran yang akan membantu kita untuk survive dan beradaptasi menjalani hidup apapun yang terjadi. Jika kita binatang, tak peduli binatang paling buas sekalipun, bisa punah jika aktifitas yang sudah dijalani secara rutin ratusan tahun terganggu, karena binatang tidak dikarunia pikiran yang mempunyai banyak kemampuan sehingga dapat beradaptasi secara cepat. Dengan begitu sebetulnya kita tidak perlu cemas, karena sumber alam yang dirawat dengan baik (bukan dihancurkan dan dipotong-potong) akan membawa berkah selamanya.

Bayangkan jika Kawasan Karst Citatah yang mempunyai tebing-tebing yang menjulang dan gua-gua yang menyimpan sejarah manusia Sunda Pra-sejarah menjadi Daerah Tujuan Wisata Dunia seperti Grand Canyon di Amerika Serikat sana. Akan banyak kegiatan ekonomi yang menghasilkan uang lebih banyak dari hanya memecah dan memotong batu, karena nyatanya kegiatan pemecahan dan pemotongan batu lebih banyak dinikmati oleh para pemodal besar.

Semoga denyut napas konservasi ini tidak berhenti sampai di sini, demi kehidupan anak-cucu yang lebih baik.

20 January 2012|Tulis Komentar|Share
-o§o-

Panjat Tebing dan Pendidikan Karakter

Aktifitas panjat tebing dipercaya dapat menjadi salah satu media bagi pembentukan karakter yang akan sangat berguna bagi anak-anak. Di usia yang masih dini, anak-anak banyak melakukan eksplorasi lingkungan yang ada di sekitarnya. Memanjat memberikan dimensi ruang yang lain pada anak-anak, yaitu dimensi vertikal yang tanpanya maka anak-anak hanya akan trampil dengan dimensi horisontal sehingga menjadi manusia yang tidak lengkap.

Saat melakukan pemanjatan seorang anak belajar untuk mencari pegangan dan tumpuan untuk dapat mencapai jarak lain di atas atau kiri-kanannya sambil menghindari kaki menyentuh tanah, disaat bersamaan mereka harus pula belajar mengelola cadangan energi yang sudah sangat terkuras. Pada akhirnya dengan memanjat seorang anak akan trampil menggunakan dan mengelola energi tenaga yang dimiliki oleh tubuhnya dalam mencapai target yang ingin dicapainya.

Selain itu, dengan memanjat seorang anak belajar mencari solusi (pegangan atau tumpuan) dalam kondisi tenaga terkuras, yang tentunya sangat diperlukan oleh setiap manusia dalam mengarungi kehidupan di kemudian hari yang akan semakin menuntut manusia-manusia yang ada didalamnya untuk lebih kuat (secara fisik dan mental) dan efisien jika tidak ingin tergusur oleh kemajuan jaman.

20 January 2012|Tulis Komentar|Share
-o§o-

Panjat Tebing dan Korupsi

Sudah bertahun-tahun kita dijejali dengan segala pernak-pernik issue korupsi alias pencurian uang negara oleh para pejabat. Issue-issue tersebut berbasis hanya pada mereka yang tertangkap tangan, padahal pencuri uang negara yang tidak sempat tertangkap jumlah jauh lebih banyak dengan jumlah uang yang dicuri jauh lebih masif. Apasih hubungan antara kita yang cuma kenal tebing batu atau medan terjal dengan perilaku koruptif?

Kita para petualang seringkali mendaki puncak suatu tebing hanya berdua dan tidak jarang hanya sendirian, dan hanya kita yang tahu apakah pencapaian titik triangular itu benar kita lakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan standar etika pendakian suatu puncak. Di sisi lain kita pun sering mendengar ada jalur pemanjatan yang rusak karena ada diantara kita yang iseng menambahkan titik pegangan agar dapat jalur pemanjatan menjadi lebih mudah untuk dipanjat. Hakikatnya kita senang dengan kejujuran dalam kegiatan panjat tebing kita, masyarakat tentunya sangat senang dengan perilaku baik setiap anggotanya.Lantas, kenapa sih harus ada anggota masyarakat yang koruptif?

Secara alamiah hidup ternyata harus ada baik dan ada tidak-baik. Bayangkan jika di dunia ini semua orang baik, maka tidak perlu ada polisi yang menjaga keamanan, tidak perlu ada pabrik senjata api, tidak perlu ada rambu-rambu lalu lintas, tidak ada pengadilan, dan seterusnya. Ujungnya adalah tidak ada kehidupan. Mirip main bilyard pada meja yang friksinya nol, maka tidak akan ada permainan bilyard!

Apa jika dulunya para koruptor itu melakukan kegiatan panjat tebing seperti kita maka mereka tidak akan melakukan korupsi sekarang ini? Kita tidak pernah tahu jawabannya. Kita pun mungkin tanpa sadar telah melakukan korupsi atau pencurian, untungnya belum ketahuan. Selamat merenung..!

02 August 2011|Baca Komentar(1)|Tulis Komentar|Share
-o§o-

SpeedTrack Nomor Kompetisi Hasil Ide Anak Negri

Sejak dua tahun terakhir temen-temen yang aktif mengikuti kompetisi panjat tebing mungkin sudah tidak asing beradu cepat memanjat dalam nomor SpeedTrack. Nomor kompetisi ini lahir dari kegundahanan Harry Suliztiarto pada kompetisi nomor kecepatan (speed) yang ada baik itu speed classic maupun speec record, yaitu waktu tempuh sangat tergantung pada postur dari pemanjat. Bahkan pemanjat kelompok umur spiderkid C-A (7-9 tahun) tidak mungkin melakukan pemanjatan pada nomor speed record karena jalur pemanjatan diset standard nya IFSC yang kebanyakan diinspirasi oleh pemanjat nomor kecepatan dari Rusia yang mempunyai tinggi rata-rata 170 cm.

SpeedTrack intinya adalah membuat jalur pemanjatan untuk nomor kecepatan (speed) yang tidak tergantung oleh postur badan atau tingkat kesulitan jalur pemanjatan, jalur pemanjatan akan dapat dipanjat bahkan oleh pemanjat pemula. Nomor kompetisi ini sudah dicoba di Kejuaraan Nasional FPTI 2010 dan Kejuaraan Nasional Kelompok Umur 2010 yang baru lalu di Jakarta, dan telah menciptakan banyak atlit kecepatan yang mumpuni.

Pada SEA Games 2011 yang akan berlangsung di Indonesia pertengahan Nopember yang akan datang, Federasi Panjat Tebing Asia Tenggara telah menetapkan nomor speedtrack sebagai salah satu nomor yang memperebutkan medali yaitu untuk  individual dan tim berantai (team relay). Sebagai informasi nomor tim berantai dilahirkan oleh teman-teman dari Federasi Panjat Tebing Singapura sekitar tahun 2004, sebelum itu secara internasional kompetisi panjat tebing hanya mengenal nomor individual, walaupun di Indonesia telah mengenal panjat tebing secara tim lebih lama lagi yaitu sejak 1996 yaitu pada Eksibisi PON 1996 Jakarta.

Dengan telah menjadi nomor kompetisi resmi pada SEA Games maka panjat tebing Indonesia telah ikut memberikan sumbangan kepada panjat tebing internasional. Dengan usaha lobby yang terus dilakukan oleh FPTI sebagai pengayom panjat tebing Indonesia dan dukungan dari seluruh insan panjat tebing nasional, dalam waktu tidak lama lagi kita dapat melihat nomor speedtrack menjadi nomor kompetisi resmi di Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC).

22 February 2011|Tulis Komentar|Share
-o§o-
Bestview w/ Firefox. Designed and powered by EMHA.