SKYGERS: Climbing in Indonesia - History SKYGERS - Climbing in Indonesia

Tulisan Sejarah Terbaru..

SKYGERS Sebagai PJK3 pada Ketinggian dan Akses Tali

Direktorat Jendral Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dirjen PPK Kemenakertrans) telah menerbitkan ijin untuk SKYGERS (atas nama Vertikalitas SKYGERS Indonesia) untuk menjadi Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3) pada Ketinggian dan Akses Tali Bidang Kegiatan Jasa Pembinaan melalui Surat Keputusan No. 129 tanggal 26 Agustus 2011.

Dengan telah terbitnya pengesahan sebagai PJK3 pada ketinggian dan akses tali maka Skygers berhak mengadakan pelatihan dan menerbitkan sertifikat pelatihan K3 pada ketinggian dan akses tali.

Diharapkan SKYGERS dapat lebih berperan dalam membantu usaha Pemerintah, dalam hal ini Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dalam menurunkan angka kecelakaan kerja pada ketinggian, yaitu melalui aplikasi pelatihan K3 pada ketinggian yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

27 August 2011|Tulis Komentar|Share
-o§o-

Berakhirnya Kontrak Kerjasama Skygers dan SpanSet

Setelah melakukan kerjasama mengembangkan bisnis dalam bidang keselamatan kerja pada ketinggian selama tiga tahun lebih, akhir Juli kemarin Skygers dan SpanSet memutuskan untuk mengakhirinya secara baik-baik. Pemutusan kerjasama ini bertujuan untuk kebaikan kedua belah pihak. Kedua pihak selanjutnya sepakat untuk melakukan kerjasama secara tanpa ikatan.

Berakhirnya kerjasama dengan SpanSet tidak menghalangi Skygers untuk terus membantu masyarakat dalam menurunkan tingkat kecelakaan kerja pada ketinggian. Kegiatan tersebut telah dimulai sejak 5 tahun yang lalu melalui aktfitas yang sangat dikuasai oleh Skygers yaitu pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat dengan dukungan dari Pemerintah, dalam hal ini Direktorat Pengawasan Norma K3, Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (PNK3 Kemenakertrans).

Skygers bersama Kemenakertrans telah dan terus melakukan berbagai kegiatan konstruktif untuk meningkatkan K3 terkait kegiatan kerja pada ketinggian untuk berbagai profesi dalam masyarakat bekerjasama dengan Asosiasi Rope Access Indonesia (ARAI) dan Asosiasi Ahli Keselamatan Kerja pada Bangunan Tinggi (A2K2BT). Salah satu project yang terus dilakukan sejak tahun 1998 Skygers adalah mengenalkan keselamatan kerja pada penderes nira kelapa di berbagai tempat di Pulau Jawa mulai dari Pangandaran (Jawa Barat), Banyumas (Jawa Tengah), hingga Pacitan (Jawa Timur).

Foto: Berangkat Menderes (Pacitan, Jatim, 2007) oleh Eddy

04 August 2011|Tulis Komentar|Share
-o§o-

PEMBERITAHUAN

Bahwa pada jam 09.00 (sembilan titik nol-nol) Waktu Indonesia Bagian Barat, hari rabu, tanggal 01-02-2006 (satu Februari dua ribu enam), beberapa Alumni Sekolah Panjat Tebing SKYGERS beserta Para Pendirinya telah menghadap Notaris di Bandung untuk mendirikan sebuah Yayasan.

Setelah diajukan ke DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM, DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, oleh Notaris yang ditunjuk, maka Akta Pendirian Yayasan disahkan berdasarkan KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : C-627.HT.01.02.TH 2007.

Selain itu, Yayasan Insan Panjat Tebing Alam Indonesia yang selanjutnya disebut Yayasan SKYGERS Indonesia, telah memiliki hak pengelolaan Merek SKYGERS dengan Sertifikat Merek Nomor : IDM000170043, jadi untuk melaksanakan ataupun memproduksi segala sesuatu yang berhubungan dengan nama SKYGERS, harus berdasarkan pengetahuan dan ijin dari pihak Pengurus Yayasan.

Adapun mengenai alamat surat menyurat Yayasan SKYGERS Indonesia telah mengalami dua kali perpindahan. Setelah yang pertama di Cipicung Girang, RT 01 RW 10, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, sekarang beralamat di Jalan Jajaway No. 5, RT 01 RW 01, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong.

Demikian surat pemberitahuan ini disampaikan.


Bandung, 6 Februari 2010

21 September 2010|Tulis Komentar|Share
-o§o-

Skygers Menikahi Spanset

Setelah melalui serangkaian pertemuan selama hampir satu tahun, kemarin lusa diresmikan satu showroom pusat keselamatan kerja di ketinggian dengan sebutan Fall Protection Center di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan.

Showroom tersebut merupakan salah satu realisasi pernikahan antara Sykgers dan Spanset Amandira Internusa yang akan fokus pada usaha-usaha pencegahan jatuh (fall protection) yaitu meliputi pengembangan dan pengadaan produk, pelatihan, jasa vertical rescue.

Dengan pengalaman dan akumulasi keahlian selama lebih dari 30 tahun pada kegiatan di tebing-tebing batu yang dimiliki Skygers dan ketekunan serta ketelitian yang menjadi ciri khas Spanset asal negara Swiss, sebagai tindak-lanjut dari kerjasama itu usaha-usaha pencegahan jatuh telah mulai dilakukan secara sistematis. Sebagai informasi di indonesia tahun 2008 lalu tiap hari terjadi 7 kematian tiap hari akibat terjatuh dari ketinggian, padahal 2 tahun sebelumnya masih 5 kematian tiap tahun.

Kita doakan semoga usaha yang dirintis dengan visi yang mulia ini mendapat kekuatan dari Yang Kuasa sehingga dapat terwujud suatu saat nanti.

30 January 2009|Tulis Komentar|Share
-o§o-

Tebing, TUHAN dan Aku

Tebing, TUHAN & Aku*

SKYGERS Amateur Rock Climbing Group yang berdiri sejak 1977, pada mula perjalanan hidupnya didirikan sebagai wadah aktivitas panjat tebing (untuk gagah-gagahan) di lingkungan mahasiswa Seni Rupa Institut Teknologi Bandung. Kemudian pada tahun 1981, dimulailah era penyebarluasan pemahaman serta pengetahuan panjat tebing kepada umum melalui kursus yang diadakan di kawasan bukit kapur Padalarang (Citatah 125).

Hingga saat ini, SKYGERS telah melahirkan sekitar 1500 alumni sipil dan militer yang tersebar diseluruh Nusantara. Para alumnus tersebut tetap aktif dan eksis dalam pengembangan serta perkembangan dunia panjat tebing Indonesia. Seiring dalam perjalanan waktu, dari sebuah kelompok (Group), pada usia peraknya SKYGERS telah mengalami berbagai macam dinamika kelompok (organisasi tanpa bentuk), mulai dari Gerombolan Pemanjat Tebing, Sekolah Panjat Tebing, Perguruan Memanjat Tebing hingga Yayasan SKYGERS Indonesia, akhir-akhir ini malah sering disebut juga sebagai Sekelompok Jelema Gerings. Hal tersebut wajar saja terjadi, karena sejak awal mula berdirinya, SKYGERS ternyata dibentuk serta berkembang melalui individu-individu yang senang pada aktivitas memanjat tebing dan berkreasi.

Selain banyak mencetak penggiat aktivitas panjat tebing, keseharian para alumnus SKYGERS yang majemuk tanpa terasa telah melahirkan pula berbagai macam jargon sebagai alat publikasi. Jargon-jargon tersebut dilontarkan secara spontan hingga didedikasikan untuk perkembangan dunia panjat tebing di Indonesia. Adapun jargon-jargon yang sempat beredar, bahkan beberapa sempat dibuat dalam bentuk t-shirt oleh para pemanjat tebing Indonesia ialah, Berusaha disisi TUHAN [judul lagu grup band Inpres-band-nya Harry Sulliztiarto (salah seorang pendiri SKYGERS) pada waktu kuliah di Seni Rupa ITB], TUHAN bersama orang berani, Berani adalah baik (terinspirasi falsafah hidup sederhana Ki Ageng Suryo Mataram), Habis-habisan, Going Crazy ( judul buku Going Crazy an Inquiry into Madness in Our Time, Otto Friedrich), Tegak Lurus Dengan Langit (judul cerpen Iwan Simatupang), Menuju Kesembuhan Sejati, Gerombolan Pemanjat Tebing, hingga Tebing, TUHAN & Aku.

Akhir kisah, Sekelompok Jelema Gerings “SKYGERS” ternyata merupakan suatu proses perjalanan hidup individu-individu perkotaan yang bergulat di dalamnya. Proses tersebut akan terus berlanjut hingga tiada lagi individu yang mau serta peduli pada aktivitas memanjat tebing dan berkreasi. Dan jika hal itu terjadi, maka kemandulan bahkan mungkin kematian SKYGERS telah nampak di pelupuk mata.

*Tebing, TUHAN & Aku lahir dari kesadaran ketika kita berhadapan dengan tebing, maka yang ada disana hanyalah TUHAN & Aku. Pada titik ini hilanglah semua kesombongan serta keangkuhan kita sebagai manusia, yang tersisa dan abadi hanyalah Keagungan TUHAN.

17 January 2009|Baca Komentar(6)|Tulis Komentar|Share
-o§o-
Bestview w/ Firefox. Designed and powered by EMHA.